PALE SKIES: Grup Duo Ambient Teranyar Meramu Ulang Nothing’s Gonna Hurt You Baby

Miftah Bravenda kembali muncul ke permukaan bersama proyek terbarunya bernama Pale Skies. Dalam kesempatan kali ini, Miftah mencoba menggandeng rekannya Lingga Salaga untuk memadukan olahan suaranya dengan instrumen musik yang dikerjakan oleh Miftah. Nama Pale Skies sendiri dipilih karena dalam berkarya nanti Miftah dan Lingga ingin memberikan suasana kemuraman nan patah hati pada setiap pendengarnya, seperti music influence mereka, Cigarettes After Sex.

Berkiblat kepada grup musik asal El Paso, Texas ini lantas membuat mereka bersepakat untuk memulai proyek ini dengan membawakan ulang lagu Cigarettes After Sex yang berjudul Nothing’s Gonna Hurt You Baby. Keduanya menjelaskan bahwasannya dengan mereka membawakan ulang atu cover lagu ini merupakan tanda penegasan sekaligus jembatan bagi Pale Skies tentang konsep musik mereka, dan tentu saja sebagai tanda perkenalan dengan khalayak luas. Penegasan dan tanda perkenalan ini tentunya tidak akan menjadi sebuah label bahwasannya Pale Skies akan menjadi grup duo musiccover. Melalui Miftah, sarana membawakan ulang lagu musisi panutannya ini hanya sebagai lompatan awal saja dan nantinya Pale Skies dituntut (secara pribadi) untuk menggarap EP Album.

Dalam materi membawakan ulang lagu Cigarettes After Sex sendiri, Pale Skies tidak banyak merubah bentuk susunan nada maupun nuansa yang original. Pale Skies mengakui penggarapan lagu ini memang hanya menambah unsur ambient yang berbalut nuansa pop dan juga lantunan suara yang diisi oleh perempuan, dalam posisi ini Lingga menukar posisi Greg Gonzalez sebagai vokalis aslinya.

Nothing’s Gonna Hurt You Baby versi Pale Skies ini nantinya bisa dinikmati secara digital melalui Sounclound, 23 Agustus 2019. Selain itu dalam penggarapannya, Pale Skies merekam ulang dan melakukan proses mixing di Are You High? Soundlab – Indonesia dan dikerjakan oleh Miftah Bravenda. Disamping itu, keseriusan Pale Skies kali ini ditunjukan dengan melakukan mastering di USA dan dikerjakan oleh Jerad Evans di Kenosha, Wisconsin – USA.

Terdekat, grup duo ambient ini memang berencana akan menyusun dan menggarap EP pertamanya. Dan yang pasti, Nothng’s Gonna Hurt You Baby ini tidak akan masuk ke dalam tangga lagu EP mereka. Selamat mendengarkan!

Words by Akbar Samudra

 

Adelline’s Thoughts

 

Setelah sukses meluncurkan single pertama yang berjudul Fearless, kali ini Miftah kembali mengudara dengan karya terbarunya. Masih memetik dari debut album pertamanya yang berjudul Comforting Presence, Miftah memilih Adelline’s Thoughtsuntuk dirilis dan menjadi single kedua dalam jenjang perkenalan antara dirinya beserta albumnya kepada khalayak luas. Rencananya, album Comforting Presence sendiri akan rilis pada 25 Oktober tahun ini.

Adelline’s Thoughtssendiri masih berkaitan erat dengan singlesebelumnya, yaitu Fearless.Singkat cerita, setelah melawan ketakutan yang cukup runyam dan pilihan yang cukup bimbang melalui Fearless, Miftah mencoba mengajak pendengarnya untuk lebih yakin terhadap apa yang dipilihnya. Lebih khusus, Miftah dalam singleini mencoba meramal, membaca dan memberi presepsi tentang bagaimana kaum hawa berproses dalam melakukan pertimbangan saat melakukan proses pemilihan, terutama dalam kaitan ini adalah persoalan tambatan hati yang nampaknya cukup rumit untuk dimaknai.

 Sesuai dengan judulnya, Adelline sendiri merupakan representasi dari kaum hawa itu sendiri. Melalui sosok Adelline, Miftah mencoba menggambarkan suasana hati Adelline ketikacurhat dan Miftah membuat seolah-olah kegiatan curhat ini seperti layaknya sebuah adegan di dalam bingkai frame video film. Ujaran, pikiran, dan isi hati Adellinedikemas sedemikian rupa oleh Miftah dengan alunan musik electronic ambience yang mana memang masih menjadi tugas pokok bagi Miftah dalam berkarya.

Tidak seperti biasanya, dalam single kali ini, Miftah menyelipkan lantunan suara yang di sampling dari ampify music dan menjadi tanda penegasan suasana tentang bagaimana sosok Adelline saat bercerita akan pilihan dirinya. Hal ini tentunya menjadi kebaharuan dalam karya Miftah kali ini dan juga semakin menunjukkan bahwasannya musik ambiencesendiri bisa menjadi pilihan alternatif baru dalam menjelajahi khazanah musik.

 Secara umum, karya Adelline’s Thoughts ini sudah bisa diakses melalui berbagai macam platform musik digital pada tanggal 5 Juli 2019. Dalam kesempatan kali ini juga, Miftah menggandeng seniman ilutrasi Jasmine Andini untuk merepresentasikan sosok Adelline dalam cover single kali ini. Dan masih seperti biasanya, semua produksi dilakukan oleh Miftah Bravenda di Are You High? Soundlab – Indonesia, kecuali proses mastering. Spesial di proses mastering, Miftah bekerja sama dengan sound engineer Mark Bihler. Oleh Mark sendiri, Adelline’s Thoughts Ia kerjakan di Calyx Mastering, Berlin – Jerman.

words by Akbar Samudra

Fearless

Kembali hadir di ruang musik digital, Miftah Bravenda lagi-lagi mengeluarkan single berjudul Fearless. Rencananya, single terbaru tersebut akan hadirdan bisa dinikmati mulai 22 Maret 2019. Karya terbaru ini merupakan sebuah rangkaian yang nantinya akan bermuara pada album Miftah Bravenda berjudul Comforting Presence. Album ini rencananya akan rilis pada akhir tahun ini. Selain sebuah rangkaian, harapannya dengan munculnya single ini, Miftah Bravenda bisa berkenalan dan mengenalkan musik ini ke khalayak luas.

Fearless sendiri merupakan sebuah karya yang bercerita tentang sebuah keputusan melawan ketakutan. Dalam berkehidupan, tentunya kita sebagai manusia dihadapkan pada sebuah pilihan yang terkadang harus membenturkan diri pada sebuah ketakutan dalam memilih. Unsur ambient yang dibawakan oleh Miftah Bravenda dalam single ini menjadi sebuah latar bagi khalayak dalam melakukan perenungan untuk melawan rasa takut dan beradaptasi pada keberanian dalam sebuah romansa cerita baru.

Dalam proses pembuatan Fearless sendiri, Miftah Bravenda terinspirasi dari salah satu lagu Mogwai yang berjudul White Noise dalam album Hardcore Will Never Die, But You Will. Latar belakang ini yang akhirnya membuat Fearlessmemiliki sentuhan manis dan mengawang saat didengarkan oleh khalayak. Selain itu, unsur ambient dalam karya ini disandingkan dengan alunan electronica downtempo yangsemakin menambah rangsangan terhadap lagu ini.

Seperti pada setiap karyanya, Miftah Bravenda selalu menggandeng seniman lain untuk mempressntasikan lagunya menjadi dalam sebuah artwork. Pada kesempatan kali ini, Miftah Bravenda mengajak Annisa Faraz Izdihar, seorang seniman ilustrasi yang berasal dari Serang dan sekarang menetap di Jakarta untuk mengerjakan ilustrasi pada single kali ini. Karya ilustrasi khas Annisa yang kerap kali identik dengan nuansa abstrak membuat Miftah Bravenda sangat tertarik untuk bekerja sama dengan seniman wanita satu ini.

Spesial dalam single kali ini adalah setelah melakukan proses perekaman dan mixing diAre You High? Soundlab, Miftah Bravenda melakukan mastering di Berlin, Jerman dan dikerjakan oleh Mark Bihler di Calyx Mastering.

Selamat menikmati Fearless di platform music digital kesayangan anda sekalian!

(Words by Akbar Samudra)

 

OUT NOW: MIFTAH BRAVENDA – SONDER ASA

 

“Even the darkest night will end, and the sun will rise” – Victor Huge

Kutipan diatas mengatakan kepada kita agar tidak kehilangan harapan sebesar apapun penghalang. Namun, bagaimana bila tidak ada lagi celah untuk berharap?

Setelah mengeluarkan single Eglantine yang bertema kehilangan beberapa saat lalu, Bedroom Musician sekaligus Producer asal Serang-Banten, Miftah Bravenda kembali menyuguhkan single terbarunya yang berjudul Sonder Asa.

Pemakaian Sonder Asa sebagai judul bukan tanpa alasan. Ketika memutuskan Sonder Asa sebagai judul lagu barunya, Miftah Bravenda menginginkan kata yang intens untuk menggambarkan bagaimana seharusnya manusia merefleksikan rasa tidak memiliki harapan, rasa kehilangan asa, dan betapa beratnya proses menuju perubahan.

Dalam proses pengerjaan setiap lagunya Miftah Bravenda tidak pernah lepas dari nuansa electronica sebagai ciri khasnya dengan menambahkan sedikit unsur post – rock. Seperti dilagu Sonder Asa ini, penikmat musik bisa dibuat merasakan melodi yang sedikit menyimpang dari harapan nada yang dipikirkan. Merasakan bagaimana efek dari pelepasan dopamine menuju dua daerah kunci di otak saat menikmati setiap ritme bersamaan dengan ketika sebuah rasa antisipasi, kesalahan dan resolusi dari harapan – harapan gagal untuk diwujudkan.

Miftah Bravenda selalu berharap para penikmat musiknya dapat menikmati hasil dari setiap keresahan-keresahan yang ia rasakan di dalam kamar tidurnya dalam bentuk lagu.

Bahwa sebenarnya ketika seseorang terjebak dalam suatu kondisi yang nyaman, beberapa bagian dari dirinya menginginkan suatu perubahan. Perubahan yang akan membawanya menuju tujuan awal dalam menjalani hidup, menggali potensi apa yang sebenarnya dimiliki. Tetapi terkadang comfort zone membuat seseorang merasa kehilangan arah.

Pada akhirnya Sonder Asa akan membawa siapapun yang menikmatinya merasakan bagaimana rasanya menuju titik dimana kenyamanan konstan bisa menjadikan hilangnya harapan akan suatu perubahan dalam hidup.

Lagu Sonder Asa diproses dan direkam oleh Miftah Bravenda di Are You High? Soundlab dan beberapa rekaman tambahan di kamar tidurnya. Dilanjutkan dengan sesi mastering oleh Steve Corrao di Sage Audio, Nashville-TN, Amerika Serikat. Sedangkan untuk artwork dikerjakan oleh Jasmine Andini.

Single Sonder Asa dirilis secara digital dan dapat diakses melalui platform – platform streaming musik seperti Spotify, Deezer, Apple Music, Amazon Music, dll.

Produced by Miftah Bravenda
Engineered and mixed by Miftah Bravenda at Are You High? Soundlab, Indonesia from January 2016 to May 2017. Additional recordings by Miftah in his bedroom, Serang – Banten, Indonesia. 
Mastered by Steve Corrao at Sage Audio, Nashville – TN, USA.
Artwork design by Jasmine Andini.

Ripstore.Asia

iTunes & Apple Music

Deezer

Spotify

Amazon