You Look Like Something I Knew Once Exclusive Single

Get the exclusive release of “You Look Like Something I Knew Once” only on Patreon. With span-new artwork curated by Desiree Grace Tan.

Limited only for 20 people.

Music, mixing, and production by Miftah Bravenda at Are You High? Soundlab, South Jakarta – Indonesia
Mastering by bedroomdaydreamer at No Fvtvre Studio, East Jakarta – Indonesia
Artwork by Desiree Grace Tan
℗ Gerbang Kecil Records

OUT NOW: MIFTAH BRAVENDA – SONDER ASA

 

“Even the darkest night will end, and the sun will rise” – Victor Huge

Kutipan diatas mengatakan kepada kita agar tidak kehilangan harapan sebesar apapun penghalang. Namun, bagaimana bila tidak ada lagi celah untuk berharap?

Setelah mengeluarkan single Eglantine yang bertema kehilangan beberapa saat lalu, Bedroom Musician sekaligus Producer asal Serang-Banten, Miftah Bravenda kembali menyuguhkan single terbarunya yang berjudul Sonder Asa.

Pemakaian Sonder Asa sebagai judul bukan tanpa alasan. Ketika memutuskan Sonder Asa sebagai judul lagu barunya, Miftah Bravenda menginginkan kata yang intens untuk menggambarkan bagaimana seharusnya manusia merefleksikan rasa tidak memiliki harapan, rasa kehilangan asa, dan betapa beratnya proses menuju perubahan.

Dalam proses pengerjaan setiap lagunya Miftah Bravenda tidak pernah lepas dari nuansa electronica sebagai ciri khasnya dengan menambahkan sedikit unsur post – rock. Seperti dilagu Sonder Asa ini, penikmat musik bisa dibuat merasakan melodi yang sedikit menyimpang dari harapan nada yang dipikirkan. Merasakan bagaimana efek dari pelepasan dopamine menuju dua daerah kunci di otak saat menikmati setiap ritme bersamaan dengan ketika sebuah rasa antisipasi, kesalahan dan resolusi dari harapan – harapan gagal untuk diwujudkan.

Miftah Bravenda selalu berharap para penikmat musiknya dapat menikmati hasil dari setiap keresahan-keresahan yang ia rasakan di dalam kamar tidurnya dalam bentuk lagu.

Bahwa sebenarnya ketika seseorang terjebak dalam suatu kondisi yang nyaman, beberapa bagian dari dirinya menginginkan suatu perubahan. Perubahan yang akan membawanya menuju tujuan awal dalam menjalani hidup, menggali potensi apa yang sebenarnya dimiliki. Tetapi terkadang comfort zone membuat seseorang merasa kehilangan arah.

Pada akhirnya Sonder Asa akan membawa siapapun yang menikmatinya merasakan bagaimana rasanya menuju titik dimana kenyamanan konstan bisa menjadikan hilangnya harapan akan suatu perubahan dalam hidup.

Lagu Sonder Asa diproses dan direkam oleh Miftah Bravenda di Are You High? Soundlab dan beberapa rekaman tambahan di kamar tidurnya. Dilanjutkan dengan sesi mastering oleh Steve Corrao di Sage Audio, Nashville-TN, Amerika Serikat. Sedangkan untuk artwork dikerjakan oleh Jasmine Andini.

Single Sonder Asa dirilis secara digital dan dapat diakses melalui platform – platform streaming musik seperti Spotify, Deezer, Apple Music, Amazon Music, dll.

Produced by Miftah Bravenda
Engineered and mixed by Miftah Bravenda at Are You High? Soundlab, Indonesia from January 2016 to May 2017. Additional recordings by Miftah in his bedroom, Serang – Banten, Indonesia. 
Mastered by Steve Corrao at Sage Audio, Nashville – TN, USA.
Artwork design by Jasmine Andini.

Ripstore.Asia

iTunes & Apple Music

Deezer

Spotify

Amazon

Pemanasan

Hai, apa kabar? selamat datang di website resmi gue. Ya, gue punya website resmi. Rada gak percaya juga setelah beberapa tahun berusaha berkarya di dunia maya akhirnya gue memutuskan untuk mempunyai website sendiri. Pasti muncul pertanyaan dong, “kenapa bikin website?”.

Sebenarnya udah dari dulu banget pengen punya website sendiri, tapi karena keterbatasan akan berbagai hal, kesibukan gue yang gak menentu kapan kelarnya, dan voila! Website baru terealisasi sekarang. Anyway, gue mau website ini menjadi wadah dalam gue berkarya. Entah dari musik, video, atau foto. Jadi bagi siapapun yang mau mencari tau siapa “Miftah Bravenda” itu, ya tinggal kesini. Semua lengkap gak ada yang dikurangi, gak ada yang dilebihin. Terdegar sok iye memang.

2017 adalah tahun yang unik buat gue pribadi. Di tahun ini bener-bener bikin gue merasa siapa gue sebenarnya dan sejauh mana gue sudah belajar. Dari mulai pencapaian yang diluar dugaan gue, sampai berita duka yang gak terpikirkan bakal terjadi. Dan pekerjaan gue di kantor pun cukup terasa berat untuk tahun ini. Mungkin karena kerjaannya banyak, manusianya itu-itu aja.

 

Beberapa waktu yang lalu gue baru saja merilis ulang sebuah single yang udah ada di EP gue yang kedua yaitu Loss. Kenapa gue rilis ulang? Di tahun ini cukup banyak gue menerima berita duka dari orang-orang yang gue kenal. Ini membuat gue cukup khawatir, bisa saja dalam waktu dekat orang-orang yang gue sayang malah meninggalkan gue. Sebagai bentuk penghormatan dan mungkin berharap bisa jadi persembahan juga buat teman-teman yang merasakan hal sama, gue rilis ulang lah single Loss ini dalam bentuk digital dan gratis. Sebagai pendamping track ini, Eglantine jadi salah satu pilihan untuk menemani single Loss.

Awalnya gue gak punya judul untuk lagu Eglantine ini karena memang sengaja disimpan untuk kedepannya nanti. Setelah punya pikiran untuk merilis ulang single Loss, akhirnya gue melakukan sedikit research. Laura, wanita yang tak mau terkenal ini bilang bahwa lirik yang dia tulis untuk Eglantine ini menceritakan saat dia berada pada situasi terbawahnya. Dengan berbekal surat menyurat via email untuk saling mengirimkan materi lagu, akhirnya Eglantine pun rampung. Eglantine sendiri adalah nama bunga. Bunga yang dipersembahkan untuk mengobati luka yang ada. Gue berharap single ini bisa mengobati luka karena ditinggalkan dan menjadi pernghormatan untuk yang meninggalkan kita duluan.

Segini dulu mungkin untuk post pertama di website gue ini. Semoga kedepannya gue bisa aktif menulis di blog ini. Sedikit update, gue akan merilis single baru yang akan tersedia di layanan streaming premium seperti Spotify, Apple Music, Deezer, Tidal, dll. Semoga bulan depan sudah dapat dinikmati.